Ban Mobil Gunakan Cairan Anti Bocor untuk Motor, Bolehkah?

ban mobil gunakan cairan anti bocor untuk motor

Otorev – Merawat kendaraan memang sudah seharusnya dilakukan. Tidak hanya digunakan ketika kita butuh saja namun menjaganya dari kerusakan yang disebabkan oleh hal – hal sepele. Misalnya saja seperti menjaga kebersihannya, menjaga komponen serta kinerja mesinnya agar tetap prima. Pun juga menjaga kondisi ban agar tetap bisa terpantau apakah aman untuk berkendara atau tidak. Ban motor dan mobil tentu berbeda. Namun apa jadinya jika ban mobil gunakan cairan anti bocor untuk motor? Bolehkan perawatan semacam ini dilakukan?

Ban adalah komponen vital untuk kendaraan. Ada cairan yang digunakan ban motor agar terhindar dari kebocoran. Namun banyak pula yang menggunakannya untuk mobil. Benarkah penggunaan ini? Tidak banyak yang mengetahui bagaimanakah penggunaan cairan tersebut dengan benar. Simak ulasan dibawah ini mengenai ban mobil gunakan cairan anti bocor untuk motor apakah benar atau tidak.

Ban Mobil Gunakan Cairan Anti Bocor untuk Motor, Ketahui Aman Tidaknya

Cairan anti bocor sempat menjadi kemudahan bagi para pemilik kendaraan. Bahan perawatan yang begitu diminati. Alasannya, cairan anti bocor ini untuk ban tubeless akan menjaga perjalanan kita dalam berkendara tetaplah lancar meskipun terkena paku atau benda tajam. Meski mungkin dalam penggunaan masih tersisa cairan anti bocor, sebaiknya tidak menggunakannya untuk motor.

Kalau penggunaan dari cairan mobil ke motor dinilai masih bisa. Namun cairan motor ke mobil adalah hal yang sebaiknya dihindari. Sebab dosisnya tentu berbeda. Cairan anti bocor ini jika dalam prinsip kerjanya akan mengalir serta menyelimuti bagian dalam dan bagian bawah ban.

Sementara untuk medan bagian bawah ini berbeda antara mobil dan motor. Maka dari itu kebutuhannya jelas berbeda. Sebaiknya memperhatikan dulu apakah kebutuhan ban mobil dan ban motor benar – benar bisa disamakan. Sebab dari penjelasan yang ada, ban mobil gunakan cairan anti bocor untuk motor tidaklah tepat. Beda dengan kondisi sebaliknya yang mana cairan anti bocor untuk mobil digunakan pada motor.

Tidak hanya itu, penggunaan cairan anti bocor ini juga harus lebih hati – hati. Sebab jika salah dalam penggunaannya, maka bisa saja merusak ban. Penggunaan cairan ini hanya disarankan untuk ban tubeless dan bukan ban tubetype. Cairan yang dimasukkan tidak akan berdampak besar pada berat ban. Justru pengendara bisa merasakan kenyamanan ketika menggunakannya sama seperti ban tanpa cairan anti bocor yang ada di dalamnya.

Untuk balancing memang dirasa tambah berat namun tidak ada berat yang begitu signifikan yang mana bisa menyebabkan kecelakaan. Hanya sedikit saja untuk motor dan tidak terasa ada banyak tambahan. Sementara untuk mobil, bannya bisa semakin lebih napak di aspal atau jalanan. Untuk ban yang sudah menggunakan cairan anti bocor memang tidak ada perawatan khusus yang diperlukan. Hanya saja pengendara harus selalu mengontrol angin dari ban tersebut.

Sesuai dengan riset yang ada memang tidak dibutuhkan perawatan yang begitu khusus. Daya tahannya adalah 1 tahun 8 bulan. Sementara untuk mobil adalah sekitar 3 tahun. Memang selama ini menganggap bahwa penggunaan cairan anti bocor ini bisa menyumbat pentil ban, namun hal ini nantinya bisa diatasi dengan menyemprotkan angin ke bagian pentil ban.

Mengetahui mengapa ban mobil gunakan cairan anti bocor untuk motor ini tidak diperbolehkan, cobalah untuk mengikuti alasan yang ada. Tentu agar ban kita tetaplah prima. Sebab kebutuhan ban mobil dan ban motor jelas berbeda.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password