Pilih AC atau Jendela Terbuka untuk Efisiensi Bahan Bakar?

efisiensi bahan bakar

Membandingkan efisiensi bahan bakar antara saat menggunakan AC atau pendingin kabin dengan saat menurunkan jendela mobil memang telah menjadi perdebatan lama. Lalu bagaimana cara terbaik agar kita dapat memaksimalkan efisiensi bahan bakar saat berkendara?

Untuk menentukan jawaban dari pertanyaan tersebut, terdapat banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Untuk menemukan efisisensi bahan bakar yang terbaik, kita perlu melihat kondisi jalanan dan memahami cara berkendara si pengemudi.

Berkendara dengan jendela terbuka dan tanpa menghidupkan pendingin kabin memang akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih efisien. Akan tetapi, hal ini hanya akan berlaku jika Anda berkendara pada kecepatan yang rendah.

Saat berkendara pada kecepatan rendah, coefficient drag atau koefisiensi hambatan yang dialami kendaraan akan sangat kecil. Koefisiensi hambatan sendiri merupakan daya hambat yang dialami kendaraan saat membelah udara.

Dengan meningkatnya kecepatan berkendara, koefisiensi hambatan akan ikut meningkat pula. Apabila jendela dibuka saat kecepatan tinggi, maka koefisiensi hambatan akan menjadi semakin tinggi. Hal ini dikarenakan udara akan masuk ke dalam kabin dan aerodinamika kendaraan mengalami penurunan. Mobil pun menjadi terhambat, sehingga mesin kendaraan harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan kecepatannya.

Oleh karena itu, saat berkendara pada kecepatan yang tinggi, ada baiknya jendela ditutup. Sayangnya, jendela yang tertutup akan membuat kondisi kabin menjadi gerah dan kurang nyaman, apalagi dengan iklim Indonesia yang tropis.

Lantas apakah menyalakan pendingin kabin akan menurunkan efisiensi bahan bakar? Jawabannya sama seperti di atas atau tergantung kondisi saat berkendara. Pada kecepatan tinggi, dengan menyalakan pendingin kabin dan menaikkan jendela dapat memberikan efisiensi kendaraan yang lebih daripada membuka jendela.

Kenapa bisa begitu? Dengan menyalakan pendingin kabin saat kecepatan tinggi, kerja kompresor tidak akan membebani mesin kendaraan. Hal ini dikarenakan tenaga yang dihasilkan mesin sudah cukup. Lain halnya saat berkendara pada kecepatan rendah, dimana mesin tidak sedang menghasilkan tenaga yang besar untuk mendorong kendaraan. Alhasil, untuk menopang kerja kompresor dalam mendinginkan kabin, mesin harus bekerja ekstra keras.

 

Sumber : otosia.com

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password