Produksi Mobil di Indonesia yang Harus Kamu Ketahui

produksi mobil di indonesia

Produksi Mobil di Indonesia – Industri kendaraan berkembang cukup pesat saat ini. Perkembangan ini didasari oleh kebutuhan masyarakat akan transportasi.

Demikian pula di Indonesia. Kebutuhan akan transportasi di Indonesia cenderung meningkat setiap tahunnya. Berbagai merk kendaraan masuk ke indonesia melalui impor untuk mencukupi kebutuhan ini.

Selain kebutuhan transportasi, impor ini juga merupakan bentuk politik yang sesuai dalam mengontrol harga dan kualitas kendaraan di Indonesia.

Persaingan dibutuhkan agar setiap merk kendaraan tidak memonopoli harga rata-rata suatu kendaraan sekaligus menimbulkan persaingan yang sehat dalam hal kualitas kendaraan. Saat ini terdapat puluhan merk kendaraan impor yang bererdar di Indonesia.

Lantas apakah di Indonesia tidak ada produksi lokal kendaraan? Yang asli karya anak bangsa? Jangan salah.

Beberapa tahun yang lalu di Indonesia dihebohkan dengan suatu kejutan yakni sebuah mobil listrik buah tangan anak bangsa.

Kendati mobil ini tidak lolos uji emisi karena tidak memiliki emisi sama sekali, namun patut digaris bawahi bahwa di Indonesia pernah berhasil menciptakan mobil sendiri.

Selain itu terdapat pula mobil-mobil lain seperti Esemka, Timor, dan kendaraan-kendaraan lain yang merupakan buah karya anak bangsa.

Berikut ini kita akan membahas perusahaan-perusaahaan yang pernah mencoba memproduksi mobil-mobil di indonesia.

Produksi Mobil di Indonesia yang Harus Kamu Ketahui

  • Bakrie Group
Sumber : drivetribe,com

Perusahaan kolongmerat Bakrie Group yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia ini pernah mengajukan suatu purwarupa mobil yakni Bakrie B-97 atau Bakrie MPV.

Kendaraan ini diluncurkan pada tahun 1997 dengan desain minibus (Multi Purpose Vehicle atau MPV). Mobil ini awalnya ditargetkan pada pasar Indonesia yang umumnya cenderung menyukai kendaraan yang mampu muat banyak, multifungsi, dan cenderung terjangkau.

Saat itu purwarupa ini sesungguhnya sudah siap untuk diproduksi secara massal namun naas, produksi kendaraan ini terhenti karena krisis moneter yang menimpa Indonesia pada akhir tahun 90an.

Kendati parts-partsnya masih mengimpor dari Peugeot Citrozen, Prancis, kendaraan ini memiliki kapasitas 8 orang yang dibuat menjadi tiga versi :turbo diesel 1900 cc, bensin 2000 cc, dan 2000 cc injection 4 silinder dengan 16 katup.

  • PT Dirgantara Indonesia (DI)
Sumber : ter-paling,blogspot,com

Kendati PT Dirgantara Indonesia terkenal dalam bidang manufaktur pesawat, perusahaan ini juga pernah membuat sebuah mobil. Perusahaan ini merancang sebuah mobil bernama Gang Car.

Sesuai namanya, mobil ini dirancang khusus untuk melewati gang-gang sempit yang ada di Indonesia. Gang Car memiliki kapasitas untuk dua orang dan dipersenjatai dengan mesin 125-300 cc. Sayangnya sejak 2003 divisi khusus ini ditutup dan kabar tentang kendaraan ini pun tidak terdengar.

  • Esemka
Sumber : wikipedia,id

Produksi mobil Esemka ini sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Mobil ini merupakan karya siswa-siswi sekolah menengah kejuruan di Indonesia.

Terhitung sejak Januari 2018, kendaraan ini telah berhasil menjual kendaannya sebanyak 200 unit. Esemka memproduksi beberapa unit seperti Bima (1.5, 1.1, 1.3), Borneo, Digdaya I, Digdaya II, Hatchback, Niaga, Pasti, Patua, Rajawali, Rajawali R2, Surya, dan Zhangaro.

Kendati produksi kendaraan ini pernah gagal pada uji emisi pada Februari 2012, Esemka akhirnya meraih ijin produksinya pada 16 Agustus 2012.

  • PT Fin Komodo
Sumber : mobilmo,com

PT Fin Komodo memproduksi kendaraan berjenis penjelajah (cruiser) atau kendaraan off-road nonkonvensional yang mampu menembus medan-medan sulit di Indonesia.

PT Fin komodo memproduksi mobil Komodo yang kesemuanya memiliki desain seperti buggy car. Terdapat tiga model mobil komodo yakni KD 250 AT, KIT 250 AT, dan KD 250 X. Pada model KIT 250 AT dikhususkan sebagai kendaraan militer.

  • PT Inka Madiun dan BPPT
Sumber : vordava,com

PT Inka Madiun (Industri Kereta Api Madiun) bekerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pernah membuat kendaraan dengan kapasitas mesin 640 cc.

Perusahaan ini menamai mobil ini sebagai GEA yang merupakan singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif.

Produksi mobil ini cukup ekonomis yakni 45-50 juta per unit dan diklaim dapat ditekan hingga 20 juta per unit apabila memungkinkan. Keunggulan dari mobil ini adalah dapat berjalan dengan bensin ataupun gas.

  • Maleo (Proyek Mobnas)
Sumber : w.goodnewsfromindonesia,id

Kendati gagal diproduksi, kendaraan rancangan BJ Habibie ini dapat menjadi kendaraan yang paling ekonomis di Indonesia. Mobil ini merupakan proyek mobnas (mobil nasional) dan dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau, yakni 30 juta rupiah. Maleo memiliki mesin berkapasitas 1300 cc dan 80 persen komponennya didapat secara lokal. Maleo dirancang pada tahun 1996 namun terhenti karena dana pengembangannya dialihkan pada proyek mobnas lain yakni mobil Timor.

  • PT Timor Putra Nasional
Sumber : mirocars,com

Sudah menjadi rahasia umum bahwa mobnas yang satu ini memiliki dasar utuh Proton Perdana dan KIA Sephia sebagai produk awalnya. Namun Mobil Timor ini adalah generasi kedua mobil nasional Indonesia. Perusahaan yang dimiliki oleh Tommy Suharto ini memproduksi mobil dengan seratus persen komponen lokal asli Indonesia. Proyek mobnas ini terhenti akibat krisis ekonomi Asia dan puncaknya adalah mundurnya Presiden Soeharto.

  • PT Super Gasindo Jaya
Sumber : agtawonbbg.blogspot,com

PT Super Gasindo Jaya adalah perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar gas baik pada perusahaan maupun pada rumah tangga. Pada periode tahun 1960an perusahaan ini terkenal di industri otomotif akibat reputasinya dalam bidang truk yang semula hanya mampu mengangkut beban 10 ton menjadi 40 ton. Di era sekarang, perusahaan ini  memberi sumbangsihnya kepada negeri dengan mencetuskan mobil tawon. Kendaraan dengan kapasitas 600 cc ini awalnya diharapkan menjadi kendaraan pengganti bajaj yang lebih ramah lingkungan.

Kesulitan dari mobil-mobil nasional ini adalah sulitnya regulasi dalam produksi untuk dalam negeri. sedangkan kendaraan-kendaraan ini pun kurang terlalu diminati di masyarakat. Hal itu dikarenakan kurangnya pengetahuan akan produksi kendaraan lokal, kurangnya kepercayaan pada ciptaan dalam negeri, dan secara visual desain mobil yang cenderung kurang menarik perhatian. Nah, demikianlah manufaktur mobil-mobil yang ada di Indonesia. Sudahah anda memiliki satu diantaranya?

Sumber Featured Image : Youtube.com

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password