Perbedaan Sistem Transmisi Mobil Matic Konvensional dan CVT

spg cantik

Otorev – Transmisi Matic Konvensional dan CVT – Pekembangan dunia yang semakin modern, memberikan perubahan besar pada dunia otomotif, salah satunya adalah mobil. Mobil mengalami perkembangan yang sangat pesat dari waktu ke waktunya. Perkembangan yang pesat tersebut membuat banyak pengguna lebih mudah dalam hal penggunaannya.

Contohnya saja untuk sistem kerja atau transmisi mobil, mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dimana untuk saat ini tak hanya sistem transmisi manual saja melainkan sudah ada sisten transmisi otomatis. Tak sampai disitu saja, sistem transmisi otomatis juga semakin dikembangkan dan hadirlah sistem CVT yang juga termasuk ke dalam kategori mobil matic.

Tentu hal ini sudah santer dikalangan pecinta mobil, dimana sudah banyak mobil yang menggunakan sistem transmisi matic konvensional dan juga CVT atau yang memiliki kepanjangan continous variable transmission. Tetapi tahukah Anda apa yang membedakan keduanya?

transmisi matic konvensional dan cvt

Apasih Sebenarnya CVT itu?

Merupakan kepanjangan dari Continuous Variable Transmission yang masih dalam bagian keluarga dari transmisi otomatis. Sedangkan teori CVT sendiri ditemukan oleh Da Vinci dengan mobil yang pertama kali menerapkannya adalah DAF 600 yang dibuat pada tahun 1985.

Jenis transmisi yang digadang-gadng mempunyai kelebihan yang menonjol seperti pergerakan mobil yang halus saat berpindah-pindah gigi, seperti yang sering Anda rasakan pada transmisi otomatis manual maupun transmisi torque converter.

transmisi matic konvensional dan cvt

Alur kerja pada CVT berupa perputaran dua puli yang terhubung dengan input shaft dari putaran mesin (drive pulley) dan terhubung pada sistem penggerak mobil (drive pulley) yang keduanya terikat pada sabuk CVT.

Saat mesin bekerja dengan berputar, poros pada drive pulley secara otomatis akan terisi oleh cairan hidraulis sehingga berpengaruh pada puli untuk bergerak sesuai putaran mesin yang menyempit dan melebar. Proses ini menghasilkan variasi rasio yang berbeda.

Sedangkan untuk driven pulley, komputer akan mengkalkulasi dan mengubah rasio puli melalui cairan hidraulis.

Dari proses tersebutlah maka akan terjadi sebuah perpindahan percepatan yang bervariabel secara terus menurus (contiuously variable). Sehingga menghasilkan proses yang lebih efisien lantaran sanggup mengirim tenaga tanpa harus kehilangan momentum.

Mobil yang Menerapkan Transmisi CVT

Spg Mitsubishi Mirage

Berikut daftar beberapa mobil yang telah mengadopsi transimisi CTV dan beredar di Indonesia.

  1. Toyota Sienta
  2. Honda Brio Satya E CVT
  3. Honda Brio RS CVT
  4. Honda Mobilio E CVT
  5. Honda Jazz CVT
  6. Honda BR-V E CVT
  7. Honda HR-V S CVT
  8. Mitsubishi Mirage
  9. Nissan Grand Livina CVT
  10. Toyota Yaris
  11. Toyota Vios 1.5 E CVT

Perbedaan Sistem transmisi Matic Konvensional dan CVT

Mobil CVT

Perbedaan yang paling mencolok adalah hasil kinerja dari keduanya. Dimana sistem kerja matic konvensional dirasa lebih kasar jika dibandingkan dengan sistem CVT. Selain itu, matic konvensional akan menghasilkan hentakan saat melakukan perpindahan gigi. Hal tersebut dikarenakan komponen yang digunakan oleh matic konvensional dan CVT ini berbeda.

Matic konvensional transmisinya digerakkan oleh planetary gear set, dimana komponen ini menghasilkan rasio gigi yang berbeda-beda. Sementara untuk CVT, transmisinya digerakkan oleh dua pully yang dihubunngkan dengan sabuk baja atau disebut dengan belt. Dengan penggunaan belt atau sabuk baja inilah yang akhirnya membuat akselerasi dari CVT lebih halus dan tidak menghasilkan hentakan seperti pada matic konvensional.

Penggunaan belt, dalam putarannya bisa membuat pully membesar dan juga mengecil. Yang demikian ini akan diikuti pula dengan tenaga yang dihasilkan yang juga bisa kecil dan juga besar. Hal tersebut tidak akan bisa ditemuka pada matic konvensional, karena memang komponen yang digunakan juga berbeda.

Pada matic konvensional juga, perangkat planetary gear set yang digunakan sangat tergantung dengan oli. Oli haruslah menyelimuti semua bagian-bagiannya tanpa terkecuali. Yang demikian ini tentu akan mengharuskan Anda untuk selalu mengecek kapasitas oli untuk memastikan oli tersebut kurang dari batas minimum yang disarankan atau tidak.

Demikian tadi perbedaan sistem transmisi matic konvensional dan CVT yang bisa kami bagikan. Semoga informasi diatas bermanfaat.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password