Mengurai Cerita Panjang Toyota Kijang, Legenda Mobil Komersial di Indonesia

Mengurai Cerita Panjang Toyota Kijang, Legenda Mobil Komersial di Indonesia

Jika merujuk ke merek mobil paling populer di Indonesia, pasti nama Toyota Kijang tidak akan lupa untuk disebutkan. Bagaimana tidak, mobil ini sudah lebih dari 40 tahun mewarnai jalanan di Indonesia dan lekat dengan keseharian penduduk tanah air.

Toyota Kijang sendiri merupakan nama yang melegenda di kancah otomotif Indonesia karena punya sejarah panjang dari awal produksinya. Cerita munculnya Toyota Kijang diawali dari program pemerintah yang mencanangkan program KBNS (Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana) pada dekade 1970-an.

mobile-40thnkijang.jpg

Astra Motor, sebuah perusahaan otomotif di Indonesia yang sudah berdiri beberapa tahun pada waktu itu dan juga memegang keagenan merek Toyota di negara ini menangkap peluang tersebut. Dimulailah produksi kendaraan yang menggunakan desain yang otentik dengan kandungan perangkat lokal yang lebih banyak. Nama “Kijang” sendiri muncul dari kependekan “Kerjasama Indonesia-Jepang” dimana salah satu pencetus namanya adalah M. Jusuf Kalla.

Toyota Kijang Generasi 1 (1977-1981)

toyota_kijang_1977_pictures_1_b.jpg

Toyota Kijang memulai debutnya pada 1977 dengan diluncurkannya versi pertama. Bentuk Kijang versi perdana ini tergolong masih sangat sederhana dengan bentuk panel bodi yang terlihat mengotak. Bahkan, pada tahun-tahun awal produksi bagian kaca samping dan belakang masih menggunakan kanvas.

Karena terlihat sangat mengotak, Kijang generasi pertama ini sampai dijuluki Kijang Buaya oleh banyak masyarakat. Bentuk kap mesin yang besar sampai ke arah samping memang terlihat menyerupai hewan buaya yang sedang menganga mulutnya ketika bagian tersebut dibuka.

Kijang generasi pertama ini dibekali mesin Toyota 3K berkapasitas 1200 cc. Mesin ini dikenal sangat bandel karena masih menggunakan push-rod untuk menggerakkan katup yang membuatnya lebih tangguh. Tipe mesin yang sama pun sudah teruji ketangguhannya saat dipakai tipe Toyota yang lain, yaitu Corolla KE20.

Generasi 2 (1981-1986)

ec5e7b5a2133f48d9b4a06848b5671e9.jpg

Memasuki dekade 1980-an, Kijang mendapat penyegaran. Tampilannya sedikit disempurnakan dengan bentuk bagian front end yang terlihat berbeda. Meskipun begitu, bentuk boxy khas Kijang Buaya masih sangat terlihat kental.

Kijang generasi kedua ini sendiri mendapat penamaan sebagai Kijang Doyok. Mesinnya diperbaharui dengan menggunakan tipe 4K berkapasitas 1300 cc. Dengan sedikit penambahan kapasitas, performa menjadi bertambah tetapi tetap mempertahankan ketangguhan dari seri mesin K ini.

Generasi 3 (1986-1996)

Toyota-Kijang-Super-1988-700x357-1.jpg

Baca juga : Merek Mobil yang Paling Banyak Dicari Di Internet

Di tahun 1986, terjadi penyempurnaan yang cukup signifikan pada Toyota Kijang. Generasi ke-3 ini mendapat pembaruan total dari segi bodi dan mesin. Meskipun ciri khas bentuk mengotak masih dipertahankan, tetapi bentuk panelnya sudah dibuat dengan lebih luwes dan enak dilihat.

Mesin yang dipakai pada seri awal generasi ke-3 atau sering disebut Kijang Super ini menggunakan tipe 5K berkapasitas 1500 cc. Di tahun 1992, Kijang Super mendapat penyegaran dengan bentuk lampu baru. 3 tahun kemudian, diperkenalkan mesin baru yang lebih besar berkapasitas 1800 cc dengan tipe 7k.

Kijang Super dijual dengan berbagai versi, dari Pickup hingga minibus dengan  pilihan sasis panjang atau pendek. Untuk versi minibus, bodinya tidak hanya dikerjakan oleh perusahaan karoseri, tetapi Toyota juga memperkenalkan bodi buatan mereka sendiri dengan sistem pembentukan panel yang dianggap lebih canggih.

Generasi 4 (1997-2004)

kijang.jpg

Baca juga : 5 Pilihan Mobil Keluarga Terbaik yang Paling Direkomendasikan

Perubahan besar-besaran dilakukan Toyota pada tipe Kijang di tahun 1997. Bentuk bodi mengotak yang sudah menjadi ciri tipe ini cukup lama digantikan dengan bentuk baru yang lebih membulat. Kijang generasi ini pun dinamai Kijang Kapsul oleh banyak orang.

Mesin 7K berkapasitas 1800 cc yang dikeluhkan boros bahan bakar disempurnakan dengan sistem injeksi pada mesin 7K-E yang dipakai pada sebagian Kijang Kapsul. Selain itu, Kijang Kapsul juga ditawarkan dengan pilihan mesin lain berkapasitas 2000 cc dengan tipe 1RZ-E. Ada juga opsi mesin diesel 2400 cc dengan menggunakan mesin 2L.

Tahun 2000, Kijang Kapsul mendapat facelift pada bentuk headlamp dan grill yang baru. Sekitar tahun 2002, bentuk lampu dan grill tersebut disempurnakan lagi hingga akhir masa produksinya di 2004.

Generasi 5 (2004-2015)

Brosur-Toyota-Kijang-Innova_4.jpg

Baca juga : 5 Rekomendasi Mobil Keluarga 60 Jutaan Terbaru

Produksi Kijang kemudian berevolusi secara signifikan di tahun 2004. Di masa ini, keluar generasi Toyota Kijang dengan desain dan fitur yang sama sekali berbeda. Generasi yang dinamai Kijang Innova ini menggunakan platform IMV yang digunakan Toyota pada model yang lain seperti Hilux dan Fortuner.

Bentuknya menjadi jauh lebih mewah dan canggih. Dengan model bodi yang sama sekali baru, diikuti juga dengan fitur interior dan mesinnya.  Mesin yang digunakan sudah menggunakan seri 1TR-FE yang sudah menggunakan teknologi DOHC. Bahkan, fitur katup variabel VVT-I juga disematkan pada mesin Kijang Innova Bensin. Pada versi dieselnya, sudah menggunakan mesin D4D yang disisipi teknologi commonrail.

Kijang Innova juga mendapat beberapa kali penyegaran tampilan. Setidaknya terjadi 2 kali facelift di tahun 2011 dan 2013. Produksi Kijang Innova sendiri ditempatkan pada mobil kelas menengah.

Generasi 6 (2015-On Going)

Exterior-Toyota-all-new-Kijang-Innova-2015-.jpg

Di tahun 2015, seri Kijang Innova mendapat sekali lagi pembaruan. Dikeluarkannya seri All New Innova hampir bersamaan dengan platform IMV yang juga diperbarui oleh Toyota. Sederet penyempurnaan dari segi fitur dan teknologi disematkan pada seri ini.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password